Seyogyanya,
pembelajaran melalui kunjungan ke Perpustakaan Daerah Barabai merupakan suatu
bentuk praktek pembelajaran yang bersifat inovatif untuk membantu peserta didik
memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktek dengan cara
menyelusuri dan mengkaji buku-buku (memilih, mencari data, membahas, mengelola
dan menganalis) yang ada di perpustakaan yang relevan dengan materi ajar,
sebagai upaya peningkatan daya nalar, kompetensi, tanggung jawab dan
partisipasi antar siswa. Siswa lebih antusias dan terpusat perhatiannya dalam
belajar yang tidak biasa alias tidak monoton dilakukan di dalam kelas saja.
“Proses
belajar-mengajar yang dilakukan di Perpustakaan Daerah dapat menambah semangat
belajar siswa,” ujar Hermayanti, S.Pd Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII MTsN Babrabai. Beliau sudah beberapa kali mengadakan kunjungan pembelajaran ke perpustakaan daerah dikarenakan jarak gedung sementara Perpustakaan Daerah Kabupaten HST bertempat tidak jauh dari Madrasah. Selain menjadi lebih aktif belajar, siswa juga lebih mudah mencari bahan-bahan bacaan maupun materi untuk tugas mereka.
Pembelajaran
ini juga merupakan gabungan dari beberapa metode pembelajaran yakni:
1. Pembelajaran kontekstual
Suatu konsep pembelajaran yang menggabungkan antara
teori dan dunia nyata jadi Peserta didik mengalami dan melakukan secara
langsung apa yang dipelajarinya.
2. Belajar Siswa Aktif atau Memperdayakan Siswa
Peserta didik sepenuhnya melakukan aktivitas
dimulai dari perumusan masalah, mencari data, pengelolaan dan analisis hingga
penyusunan laporan.
3. Belajar
Kooperatif
Maksudnya peserta didik belajar untuk bekerja sama
dengan teman atau orang lain dalam menyelesaikan masalah dibawa bimbingan guru
dan belajar bagaimana menghargai pendapat
orang lain.
4.
4. Reactive
Teaching
Guru selalu berinovasi untuk menciptakan strategi
belajar yang menyenangkan, menarik dan tidak membosankan sehingga peserta didik
selalu termotivasi untuk belajar.
(Er/humas)


0 comments:
Post a Comment